HASIL PENILAIAN SEJAWAT SEBIDANG ATAU PEER REVIEW KARYA ILMIAH : JURNAL ILMIAH: "Evaluasi Manajemen Perawatan Mesin Pompa (140-P5-A dan 140-P5-B)dengan Menggunakan Preventive Maintenance System dengan Consequence Driven Maintenance"

Sayuti, M (2016) HASIL PENILAIAN SEJAWAT SEBIDANG ATAU PEER REVIEW KARYA ILMIAH : JURNAL ILMIAH: "Evaluasi Manajemen Perawatan Mesin Pompa (140-P5-A dan 140-P5-B)dengan Menggunakan Preventive Maintenance System dengan Consequence Driven Maintenance". Jurusan Teknik Mesin Unimal.

[img]
Preview
Text
tm2.1.pdf

Download (904kB) | Preview
Official URL: http://mjmst.unimal.ac.id/index.php/mjmst

Abstract

PT. Pertamina (Persero) dahulu bernama Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara) adalah sebuah BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. PT. Pertamina (Persero) RU (Refinery Unit) II pertama kali dibangun pada bulan April 1969 dan merupakan hasil dari kerja sama Pertamina dengan Far East Sumitomo Japan. Dalam pengoperasian untuk memproduksi minyak, ada dua mesin pompa (140-P5-A dan 140-P5-B) di bagian heavy oil complex yang merupakan mesin kritis karena kerusakan salah satu mesin dapat menyebabkan terhentinya suatu proses. Mesin pompa 5-A dan mesin pompa 5-B merupakan mesin buatan tahun 1977 yang mulai dioperasikan pada tahun 1980 sehingga kedua mesin ini tergolong mesin tua yang mulai sering mengalami kerusakan. Tingginya waktu rata-rata downtime sangat berdampak pada target produksi dan berdampak kerugian bagi perusahaan. Pihak Pertamina sendiri telah melakukan kegiatan perawatan mesin dengan metode preventif maintenance dan corrective maintenance. Namun banyak terjadi kelalaian dalam kegiatan perawatan dan kurangnya kegiatan pengecekan terhadap mesin tersebut sehingga perlu dilakukan evaluasi kembali. Jumlah biaya perbaikan downtime mesin pompa 5-A pada periode 2011-2012 sebesar Rp.190.100.000. Biaya perbaikan tersebut diminimalkan dengan sistem perawatan mesin yang diperbaiki dengan metode consequence driven maintenance.Dengan dilakukannya perhitungan maka hasil yang diperoleh dari metode consequence driven maintenance biaya hasil perhitungan sebesar Rp. 105.398.905. Sehingga didapati penurunan biaya sebesar Rp.84.701.095. Copyright © 2014 Department of Mechanical Engineering

Item Type: Other
Subjects: T Technology & Engineering > TB Industrial Engineering > Production System
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Dr. M Sayuti, ST, M.Sc
Date Deposited: 18 Feb 2016 08:06
Last Modified: 18 Feb 2016 08:06
URI: http://repository.unimal.ac.id/id/eprint/962

Actions (login required)

View Item View Item